Hak-Hak Saksi dan Korba

Apakah yang dimaksud dengan ’saksi’ dan ’korban’?

Saksi adalah orang yang dapat memberikan keterangan guna kepentingan penyelidikan, penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di sidang pengadilan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, lihat sendiri, atau alami sendiri.

Sedangkan korban adalah oang yang mengalami penderitaan fisik, mental, atau kerugian ekonomi yang diakibatkan oleh suatu tindak pidana.


Mengapa saksi dan korban perlu dilindungi?

Saksi dan korban perlu dilindungi dari ancaman yang berkenaan dengan pemberian kesaksian mereka dalam proses peradilan pidana. Proses ini mencakup sebelum, saat, dan sesudah persidangan. Jika saksi dan korban tidak mendapatkan ancaman, maka saksi dan korban dapat memberikan kesaksian dalam persidangan sehingga dapat dihasilkan putusan pengadilan yang adil.

Apa yang dimaksud dengan ancaman?

Ancaman merupakan segala bentuk perbuatan yang mengakibatkan saksi dan korban merasa takut atau dipaksa untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Perbuatan tersebut bisa secara langsung ataupun tidak langsung.

Siapa saja yang dilindungi?

Selain saksi dan korban, yang dilindungi juga termasuk orang yang mempunyai garis lurus ke atas atau ke bawah dan garis menyamping sampai derajat ketiga, orang yang mempunyai hubungan perkawinan, atau orang yang menjadi tanggungan saksi dan korban.

Apa kriteria pemberian perlindungan?

1. Sifat pentingnya keterangan saksi dan korban;

2. Tingkat bahaya ancaman;

3. Basil analisis tim medis atau psikolog terhadap saksi dan korban; atau

4. Rekam jejak kejahatan saksi dan korban.

Siapa yang mengajukan permintaan perlindungan?

1. Saksi dan korban yang bersangkutan atas inisiatif sendiri; atau

2. Saksi dan korban atas permintaan pejabat yang berwenang.

Apa hak-hak saksi dan korban?

Hak-hak saksi dan korban ini, yaitu:

1. Memperoleh perlindungan atas keamanan pribadi, keluarga, dan harta bendanya;

2. Bebas dari ancaman yang berkenaan dengan kesaksian yang akan, sedang atau telah diberikannya;

3. Memberikan keterangan tanpa tekanan;

4. Mendapat penerjemah;

5. Bebas dari pertanyaan yang menjerat;

6. Mendapatkan informasi mengenai perkembangan kasus;

7. Mendapatkan informasi mengenai putusan pengadilan;

8. Mengetahui dalam hal terpidana dibebaskan;

9. Mendapatkan identitas baru;

10. Mendapatkan tempat kediaman baru;

11. Memperoleh penggantian biaya transportasi sesuai kebutuhan;

12. Mendapatkan nasihat hukum;

13. Memperoleh bantuan biaya hidup sementara;

14. Hak atas restitusi atau ganti kerugian yang menjadi tanggung jawab pelaku tindak pidana yang diajukan ke pengadilan; dan

15. Hak untuk tidak dapat dituntut secara hukum atas laporan atau kesaksiannya baik pidana maupun perdata.

Khusus untuk korban pelanggaran hak asasi manusia yang berat (gross violation of human rights), diberikan tambahan hak berupa:

1. Bantuan medis;

2. Bantuan rehabilitasi psikososial; serta

3. Hak atas kompensasi yang diajukan ke pengadilan.

Apabila saksi dan korban merasa dirinya berada dalam ancaman yang sangat besar dapat:

1. Memberikan kesaksian tanpa hadir langsung di pengadilan atas persetujuan hakim;

2. Memberikan kesaksian secara tertulis di hadapan pejabat yang berwenang;

3. Didengar kesaksiannya secara langsung melalui sarana elektronik didampingi pejabat yang berwenang.

Jika saksi juga merupakan tersangka dalam kasus yang sama, kesaksiannya dapat dijadikan pertimbangan hakim dalam meringankan pidana yang akan dijatuhkan.

Kapankah perlindungan dihentikan?

1. Permintaan sendiri dari saksi dan korban;

2. Permintaan dari pejabat yang berwenang apabila perlindungan diminta oleh pejabat yang berwenang;

3.   Saksi dan korban melanggar ketentuan dalam perjanjian, misalnya tidak memberikan kesaksian atau tidak menaati aturan yang berhubungan dengan keselamatannya; atau

4. Pendapat LPSK bahwa perlindungan tidak diperlukan lagi dengan bukti-bukti yang meyakinkan.

Sumber: hukumham.info, UU No. 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Sorban dan dari berbagai sumber

About these ads

~ oleh albar pada Oktober 13, 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: