Prasyarat Memilih Partai Politik

Prasyarat Memilih Partai Politik

Pemilihan umum 2009 sebentar lagi tiba. Ada 34 partai politik yang berhasil lolos menjadi peserta. 16 di antaranya partai lama, dan 18 partai baru. Jika hendak menggunakan hak kita untuk memilih salah satu dari mereka yang ada, sebaiknya jangan terburu-buru mengambil keputusan. Harus benar-benar kita pahami isi partai yang hendak kita pilih. Bagaimana program dan prinsipnya, orang-orang yang ada di dalamnya, dan kerja nyata partai yang bersangkutan “di” maupun “untuk” masyarakat, sejak partai itu didirikan.

Partai politik adalah alat untuk mencapai tujuan. Alat, sebaik apapun dia, bergantung pada pengguna dan daya dukung yang memungkinkannya bekerja dengan baik. Tanpa itu, alat, termasuk partai politik, tak lebih dari seonggok barang yang hanya layak berada di tempat sampah.

Alat dan tujuan, dua hal yang tak terpisahkan. Entah untuk tujuan baik atau buruk, tetap memerlukan alat untuk mencapainya. Demikian pula partai politik. Bisa digunakan untuk tujuan baik sekaligus buruk, dalam makna, hanya dijadikan sebagai alat untuk meraih kepentingan golongan atau segelintir elitnya.

Bagaimana kita bisa mengenali partai-partai yang benar-benar hendak memperjuangkan kepentingan rakyat tanpa pandang bulu?

Mudah jika kita sudah memenuhi paling tidak tiga prasyarat jawabannya.

Pertama, mampu membuang jauh-jauh ilusi berbagai klaim yang dikampanyekan partai politik. Artinya, jangan langsung mempercayai partai-partai yang mengaku sebagai kaum demokrat, mampu berkarya, menjunjung tinggi hati nurani, membela wong cilik, memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan, mengemban amanat nasional, berjiwa pembaharu, menjunjung kebangsaan, persatuan dan sebagainya.

Kedua, bisa mengenali dengan jernih partai-partai yang hanya bekerja atau mendekati rakyat pada saat menjelang pemilu. Artinya, jangan mempercayai, apalagi memberi dukungan pada partai-partai yang tiba-tiba akomodatif terhadap kebutuhan rakyat. Contoh, partai atau individu-individu dari partai tertentu yang mengobral janji dan sumbangan perbaikan jalan serta sarana umum lainnya saat menjelang pemilu. Atau partai politik yang menyuap pemilih agar memilih partainya. Jangan pernah mempercayai partai politik seperti itu, sampai kapan pun.

Ketiga, memiliki pengetahuan tentang seluk-beluk politik, partai politik, konstitusi, parlemen dan ketatanegaraan Indonesia yang mencukupi. Tanpa pengetahuan itu, memilih partai politik dalam pemilu sama dengan membeli barang yang tak jelas juntrungannya. Bukan keuntungan yang kita dapat, tetapi kerugian.

Kini pemilu semakin dekat. Kampanye janji-janji sebentar lagi akan digelar. Sebagai pemilih, tidak perlu menghabiskan tenaga dan pikiran karena bingung akan memilih partai yang mana. Cukup kita bertanya pada diri kita sendiri, apakah ketiga prasyarat minimal di atas sudah kita miliki? Jika sudah, pastikan pilihan kita. Jika tidak, tak ada salahnya,dan tidak ada yang menyalahkan jika kita menanggalkan sejenak hak pilih kita di pemilu 2009.Semuanya tergantung anda sendiri.. [edit, Media Bersama ]

~ oleh albar pada Agustus 27, 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: