PROSES UJIAN PROFESI ADVOKAT – DAN KENYATAANNYA NO KKN !!!

Sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang No.18 Tahun 2003 Tentang Advokat, Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) bertanggung jawab untuk menyelenggarakan Ujian Profesi Advokat (UPA) sebagai salah satu syarat bagi seseorang untuk dapat diangkat menjadi Advokat.

Untuk pelaksanaanya, PERADI bekerjasama dengan institusi penyelenggara pendidikan (Outsourcing) yang lembaganya tidak dipublikasikan kepada publik agar dapat menjaga kredibilitas serta akuntabilitas terhadap ujian dimaksud.

Beberapa faktor yang sudah dirancang sedemikian rupa oleh PERADI guna meniadakan terjadinya KKN dalam proses penyelenggaraan UPA adalah sebagai berikut:

1. Susunan dan/atau pertanyaan-pertanyaan yang termuat dalam Lembar Soal dicetak berbeda, minimal 2 kelompok Lembar Soal yang berbeda untuk peserta ujian, peserta ujian yang bernomor ganjil akan mendapatkan Lembar Soal yang berbeda dengan peserta ujian yang bernomor genap. Umumnya jarak kursi dengan Lembar Soal yang sama akan lebih jauh jaraknya berbanding dengan peserta ujian disebelahnya atau disampingnya.

2. Pengawas UPA yang bertugas merupakan pengawas ujian yang terdiri dari beberapa komponen, baik dari daerah maupun pihak Outsourcing yang dipastikan tidak memiliki hubungan emosionil dengan peserta ujian, sehingga ketika tindakan tegas dilakukan, maka itu dikarenakan sedang melaksanakan tugas (on duty) dan bukan karena sentimen pribadi, pelaksanaan UPA juga akan mendapat pengamatan dari Pengamat yang mewakili Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PERADI.

3. Lembar Jawaban dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam amplop tertutup lalu disegel dengan disaksikan bersama-sama oleh para pengawas, pihak Outsourcing dan dikirimkan ke kantor pusat pihak Outsourcing bersama-sama dengan Berita Acara-nya.

4. Lembar Jawaban diterima oleh pihak Outsourcing dan identitas peserta ujian disobek dari Lembar Jawaban, selanjutnya Lembar Jawaban yang sudah tidak memiliki identitas peserta ujian itu diberikan sticker “barcode” selanjutnya atas Lembar Jawaban tersebut dilakukan pemeriksaan dengan cara:

a. untuk Lembar Jawaban yang “multiple choice” akan dilakukan pemeriksaan dengan menggunakan alat scanner serta perangkat komputer yang dirancang khusus untuk keperluan tersebut;
b. untuk Lembar Jawaban yang “essay” akan dilakukan pemeriksaan oleh para korektor yang terdiri dari praktisi-praktisi hukum yang telah berpengalaman yang ditugaskan oleh DPN PERADI untuk memeriksa Lembar Jawaban.

Dapat dipastikan, pada saat proses pemeriksaan tidak pernah diketahui siapakah pemilik Lembar Jawaban yang sedang diperiksa karena identitas yang ada hanyalah “barcode”. Untuk itu, sekali lagi ditegaskan tidak ada hubungan emosionil antara pemeriksa dengan pemilik Lembar Jawaban.

5. Setelah Lembar Jawaban selesai diperiksa, dibuatkan kembali tabulasi penilaian atas Lembar Jawaban tersebut, ditutup kembali serta disegel dan dibuatkan Berita Acaranya.

6. Hasil Pemeriksaan, dan hanya hasilnya saja, dikirimkan kepada pihak Outsourcing untuk dicocokkan dengan peserta ujian. Lembar Jawaban tidak dikirimkan kembali untuk menghindari adanya perubahan hasil pemeriksaan.

Dengan sistem seperti ini, diyakini bahwa tak ada seorang-pun yang dapat melakukan intervensi dalam pemeriksaan Lembar Jawaban. Mulai dari staff, hingga pucuk pimpinan organisasi sekalipun, tak bisa melakukan intervensi. Karena, memang secara sistemik, penilaian atas Lembar Jawaban telah dibuat sedemikian rupa agar tak seorang-pun bisa memiliki kesempatan untuk mengintervensi lembar jawaban.

Demikian sedikit info untuk dimaklumi bersama-sama mengenai Ujian Profesi Advokat (UPA) yang “zero KKN”.

Salam,
Publikasi & HUMAS PERADI

~ oleh albar pada Oktober 8, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: